Departemen Keuangan AS juga mencoba meredam dampak kenaikan harga minyak dengan mengeluarkan pengecualian sementara terhadap sanksi minyak Rusia serta pengecualian satu kali untuk minyak Iran yang sudah berada di laut.
Associated Press masih berupaya menghubungi pejabat China untuk mendapatkan tanggapan terkait sanksi ini.
China sebelumnya tidak setuju dengan sanksi sepihak AS, namun perusahaan besar dan bank di negara tersebut tetap mematuhi karena mereka sangat bergantung pada sistem keuangan global yang didominasi AS.
Sebelumnya, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, mengatakan bahwa penggunaan sanksi tersebut merusak tatanan dan aturan perdagangan internasional, mengganggu pertukaran ekonomi dan perdagangan normal, serta melanggar hak dan kepentingan sah perusahaan dan individu China.
(NIA DEVIYANA)