sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bahlil Kaji Rencana Kebijakan Stop Ekspor Timah

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
14/02/2026 07:45 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengkaji rencana penghentian ekspor timah dalam beberapa tahun ke depan dalam rangka memperkuat ekonomi di dalam negeri.
Bahlil Kaji Rencana Kebijakan Stop Ekspor Timah. (Foto iNews Media Group)
Bahlil Kaji Rencana Kebijakan Stop Ekspor Timah. (Foto iNews Media Group)

Produk hasil hilirisasi ini ditargetkan menjadi barang yang dapat menggantikan barang-barang impor dari luar negeri. Bahlil pun mengundang investor nasional, termasuk sektor perbankan, untuk masuk menyuntikkan dananya pada proyek strategis nasional ini.

"Semua produknya adalah untuk melahirkan substitusi impor. Ini captive market dalam negeri. Nah ini kesempatan perbankan untuk membiayai. Jangan sampai kalian tidak biayai lagi, nanti dikira hilirisasi itu hanya nilai tambahnya dikuasai oleh teman-teman kita dari luar negeri," kata dia.

Hingga 2040 mendatang, program hilirisasi di berbagai sektor diprediksi akan mendatangkan investasi hingga USD618 miliar. Dari jumlah itu, USD498,4 miliar datang dari subsektor mineral dan batubara (minerba) dan USD68,3 miliar dari minyak dan gas bumi.

Hilirisasi juga diproyeksikan mendatangkan ekspor USD857,9 miliar, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) USD235,9 miliar, hingga lebih dari 3 juta tenaga kerja.

Program hilirisasi menjadi salah satu program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo untuk mendorong transformasi ekonomi Indonesia. Bahlil memandang hilirisasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement