Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, sekitar 27-30 gigawatt (GW). Bahlil menyebut Indonesia merupakan negara dengan sumber daya geothermal terbesar di dunia, meski dari sisi pemanfaatan kapasitas pembangkit masih berada di bawah Amerika Serikat.
Pemerintah menargetkan geothermal dapat memainkan peran yang lebih besar dalam bauran energi nasional. Bahlil bahkan meminta agar pada 2050 kontribusi geothermal ditargetkan minimal mencapai 15 persen dari total energi nasional.
Pengembangan geothermal juga diarahkan tidak hanya untuk pembangkitan listrik. Bahlil mendorong pemanfaatan panas bumi untuk kegiatan ekonomi lain, seperti pengeringan kopi dan berbagai sektor industri, sehingga menghasilkan efek berganda berupa penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah di daerah.
"Jangan persepsi kita bahwa geotermal itu hanya didorong untuk di sektor kelistrikan. Harus ada multiplier efeknya di situ," kata dia.
(kunthi fahmar sandy)