"Bapak Presiden, dulu pada saat tahun 2016-2017 terjadi perang dagang antara China dan Amerika. Ada 32 perusahaan yang hengkang dari China ke Vietnam, Indonesia tidak dapat kebagian," kata Bahlil.
Berangkat dari persoalan tersebut, Bahlil mengatakan, Pemerintah akhirnya mengambil keputusan untuk membangun Kawasan Industri Terpadu Batang. Kawasan industri ini diharapkan mampu menjadi magnet investasi dengan memberikan kemudahan berusaha melalui skema insentif fiskal, maupun harga lahan yang kompetitif dengan negara tetangga.
"Jadi ini yang sudah dilakukan. Dan itu kita lakukan konsepnya, master plan-nya semuanya dilakukan oleh teman-teman Kementerian Investasi. Bukan saya yang hebat, tapi tim Kementerian Investasi yang hebat," ujar Bahlil.
(NIA DEVIYANA)