sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bank Dunia Sebut Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Asia Timur Dibanding Tarif AS

Economics editor Anggie Ariesta
09/04/2026 10:33 WIB
Bank Dunia menyoroti bahwa faktor risiko utama bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik yaitu tingginya ketidakpastian global.
Bank Dunia Sebut Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Asia Timur Dibanding Tarif AS. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)
Bank Dunia Sebut Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Asia Timur Dibanding Tarif AS. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)

Selain itu, ketegangan di Timur Tengah yang hanya diredam oleh gencatan senjata jangka pendek menambah kerumitan dalam menyusun proyeksi ekonomi global.

"Sekarang Mahkamah Agung sudah menghapus tarifnya, kemudian ada tarif baru sampai 6 bulan ke depan, kita tidak tahu nanti akan seperti apa. Ada gencatan senjata 2 minggu, kita tidak tahu apakah itu akan bertahan, apa yang akan terjadi," kata Mattoo.

Meskipun negara-negara seperti Vietnam dan Thailand mulai merasakan tekanan dari kebijakan tarif, Bank Dunia menegaskan bahwa efek tersebut masih kalah signifikan dibandingkan kerugian akibat ketidakpastian yang berkepanjangan.

Inkonsistensi kebijakan ini tercermin pada pergerakan rata-rata tarif di kawasan. Mattoo mencatat bahwa fluktuasi status hukum tarif di Amerika Serikat menciptakan ketidakstabilan bagi mitra dagang di Asia Pasifik.

"Tapi ketika Mahkamah Agung menyampaikan bahwa tarif resiprokal ini tidak sah secara hukum, itu dikurangi lagi menjadi 6 persen dan kemudian setelah itu ada tarif baru yang berlaku selama 6 bulan. Jadi, secara rata-rata ada 14 persen tarif di Asia Timur dan Pasifik yang merupakan 9 persen dibanding 2024," kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement