IDXChannel - Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5 persen pada 2026 seiring meningkatnya tekanan fiskal akibat program belanja yang ambisius dan kenaikan biaya subsidi bahan bakar menyusul perang Iran.
Melansir Reuters, Jumat (12/6/2026), perkiraan Bank Dunia ini lebih rendah dibanding proyeksi pertumbuhan yang dirilis pemerintah Indonesia sebesar 5,4 persen hingga 6 persen.
Menurut Bank Dunia, Indonesia tahun ini dilanda arus keluar modal yang besar, dengan rupiah merosot ke level terendah sepanjang sejarah dan pasar saham anjlok lebih dari 30 persen.
“Proyeksi 2026 mencerminkan hasil kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan serta percepatan belanja publik di awal, bukan karena lingkungan eksternal yang lebih kondusif atau penilaian risiko yang lebih baik,” tulis Bank Dunia dalam penilaiannya terhadap perekonomian Indonesia.
Disebutkan bahwa tingkat pertumbuhan ke depan akan bergantung pada kemampuan stimulus fiskal pemerintah untuk mendorong konsumsi publik, yang juga menimbulkan risiko karena ruang gerak fiskal negara yang terbatas dalam hal pengeluaran.