sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kejar Ekonomi 6 Persen, Ini Sederet Stimulus yang Disiapkan Purbaya hingga Akhir 2026

Economics editor Anggie Ariesta
12/05/2026 18:54 WIB
Purbaya mengatakan pemerintah telah menyiapkan strategi matang untuk menjaga momentum pertumbuhan tetap berada di level tinggi.
Kejar Ekonomi 6 Persen, Ini Sederet Stimulus yang Disiapkan Purbaya hingga Akhir 2026. Foto: iNews Media Group.
Kejar Ekonomi 6 Persen, Ini Sederet Stimulus yang Disiapkan Purbaya hingga Akhir 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis proyeksi sejumlah ekonom yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan merosot di bawah 5 persen pada kuartal III dan IV 2026. Purbaya mengatakan pemerintah telah menyiapkan strategi matang untuk menjaga momentum pertumbuhan tetap berada di level tinggi, bahkan melampaui capaian awal tahun.

Menurut Purbaya, belanja pemerintah bukan satu-satunya yang memberikan efek signifikan pada sisa tahun ini. Dia mengatakan, mesin pertumbuhan ekonomi sesungguhnya berada pada sektor swasta yang mendominasi 90 persen aktivitas ekonomi nasional.

"Mereka tidak tahu strategi ekonomi saya seperti apa. Walaupun kemarin cuma belanja pemerintah saja yang tumbuh, tidak akan sampai 5,61 persen. Kenapa? 90 persen kan swasta," kata Purbaya saat ditemui di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Selasa (12/5/2026).

Untuk memastikan ekonomi tetap bergairah pada kuartal III dan IV, Purbaya berencana menggelontorkan berbagai insentif, khususnya pada sektor kendaraan ramah lingkungan. 

Selain itu, fokus utama pemerintah adalah mempermudah akses pendanaan bagi industri berorientasi ekspor yang menyerap banyak tenaga kerja.

"Jadi ada tetap dorongan ke sektor riil. Kalau dari kita ya akan kasih insentif di mobil listrik, motor listrik. Nanti akan perbaikin tadi akses kependanaan seperti apa. Dari perusahaan-perusahaan ekspor orientasi seperti tekstil, furniture, sepatu. Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat, supaya mereka punya akses kependanaan yang lebih bagus dan lebih murah. Saya bisa masuk lewat Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI)," ujarnya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement