Trump adalah sosok yang menghantui para pemimpin bank sentral dunia. Jika diberlakukan, lenaikan tarif perdagangan yang diancamnya dapat merugikan pertumbuhan ekonomi dan juga memicu lonjakan harga konsumen.
Di AS sendiri, Federal Reserve (The Fed) telah mengalihkan perhatiannya ke potensi kebangkitan kembali inflasi yang bangkit kembali. Bank sentral Eropa dan Inggris berencana terus menurunkan biaya pinjaman guna membantu pertumbuhan ekonomi, tetapi mengisyaratkan tidak akan melakukan pemangkasan secara tergesa-gesa.
Dari 23 bank sentral yang menjadi fokus Bloomberg Economics, hanya dua yang mungkin mengakhiri tahun dengan suku bunga yang lebih tinggi. Siklus kenaikan suku bunga Jepang kemungkinan akan terus berlanjut, sementara bank sentral Brasil bertekad untuk menahan inflasi yang masih merajalela di Negeri Samba. (Wahyu Dwi Anggoro)