IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi ketahanan pangan nasional tetap aman meski Indonesia tengah memasuki musim kemarau. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan yang disusun Bapanas, ketersediaan stok pangan strategis diproyeksikan mencukupi hingga akhir 2026.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan seluruh komoditas pangan utama berada dalam kondisi yang relatif aman dari sisi ketersediaan.
"Terkait dengan kondisi stok, artinya secara prinsip bahwa berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan yang disusun Bapanas, bahwa semua stok pangan kita, relatif aman," kata Ketut dalam keterangan resminya pada Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, stok berbagai komoditas mulai dari beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, hingga gula konsumsi diperkirakan tetap mencukupi sampai akhir tahun.
"Poin pentingnya, stok yang kita miliki sampai akhir tahun relatif bagus. Ini prinsip yang harus kami sampaikan selalu, sehingga kondisi pangan yang kita miliki masih cukup baik," tambah Ketut.
Bapanas juga melaporkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) telah diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak El Nino. Hingga 28 Juli 2026, stok CPP beras mencapai 5,25 juta ton atau meningkat 245,4 persen dibandingkan kondisi sebelum puncak El Nino pada 2023.
Selanjutnya, stok CPP jagung masih terdapat 166 ribu ton. Ini meningkat sejak September 2023 yang kala itu masih nol. Untuk stok CPP daging ayam ras cukup melesat 138,4 persen dibandingkan September 2023 karena per hari ini stoknya ada 38 ton.
Dalam catatan Bapanas pula, stok CPP yang ada saat ini juga mencatatkan gula konsumsi sebanyak 2 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 1 ribu kiloliter. Adapun mayoritas pasokan CPP bersumber dari penyerapan produksi pangan dalam negeri.
Dengan cadangan beras pemerintah yang dinilai kuat, Bapanas meminta Perum Bulog untuk terus memperkuat distribusi beras ke pasar rakyat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Beras memang stabil. Pasokan bagus tapi memang ada beberapa yang agak naik sedikit. Namun demikian, kami sepakat dengan Dirut Bulog. Pertama, GPM mohon digencarkan. Kedua, mohon juga digencarkan SPHP beras medium di pasar-pasar terutama, karena beberapa pasar kami lihat masih berbatas," tutur Ketut. (Febrina Ratna Iskana)