Amran turut pula mencontohkan surplus pada bawang merah. Komoditas tersebut dinilainya telah lebih dari mencukupi untuk kebutuhan konsumsi nasional. Jadi telah mengalami surplus yang bersumber dari produksi dalam negeri, sehingga mampu menorehkan realisasi ekspor ke negara sahabat.
"Aman bawang merah. Bawang merah kan kita swasembada. Bahkan kita ekspor. Kalau tidak salah, tahun 2025 ekspor kurang lebih seribu ton. Jadi bawang merah kita sudah swasembada," tuturnya.
Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025 update Februari 2026, sepanjang tahun 2025, bawang merah telah mencatatkan ekspor sebanyak 1.560 ton.
Produksi bawang setahun saat itu berada di angka 1,43 juta ton dengan kebutuhan konsumsi nasional setahun 1,23 juta ton.
Guna mengantisipasi fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi saat musim permintaan masyarakat meningkat, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menitikberatkan pada penegakan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dan Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.