AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Baru Terpakai 10,8 GW, Padahal RI Punya Potensi Energi Hijau hingga 3.600 GW

ECONOMICS
Athika Rahma
Rabu, 08 Desember 2021 10:18 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, potensi energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai 3.600 GW, namun baru terpakai 10,8 GW saja.
Baru Terpakai 10,8 GW, Padahal RI Punya Potensi Energi Hijau hingga 3.600 GW, (Foto: MNC Media)
Baru Terpakai 10,8 GW, Padahal RI Punya Potensi Energi Hijau hingga 3.600 GW, (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Potensi energi hijau di Indonesia masih sangat besar, bahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, potensi energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai 3.600 GW.

Sayangnya, untilisasi masih tendah membuat potensi ini belum bisa dimaksimalkan penggunaannya. Alhasil, energi hijau yang berhasol dimanfaatkan atau diutilisasi nbaru mencapai 10,8 GW saja.

"Indonesia memiliki potensi EBT 3.600 GW, namun utilisasinya masih cukup rendah, terdiri dari energi angin, surya, biothermal, baru digunakan sekitar 10,8 GW," ujar Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam diskusi virtual, Rabu (8/12/2021).

Lebih lanjut, Dadan mengatakan selama ini suplai energi di Indonesia didominasi oleh energi fosil, sekitar 90% dari keseluruhan suplai energi. Hal ini dikarenakan Indonesia masih menggunakan energi fosil untuk kehidupannya sehari-hari.

"Namun karena konsumsinya lebih besar dari produksinya, maka kita impor. Inilah yang akan kita tekan," katanya.

Di tahun 2020, auran EBT di Indonesia masih ada di kisaran 11,2%, jauh dari target 23% di 2025. Dadan mengatakan, pemerintah telah menyusun beragam strategi untuk mencapai target bauran EBT ini serta melakukan utilisasi optimal terhadap potensi EBT yang sangat besar.

Misalnya, dengan mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA), mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi, hingga penggunaan kendaraan listrik dan kompor listrik.

"Kita juga akan mengembangkan PLTS atap dan PLTS terapung untuk mendukung penggunaan EBT," tutupnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD