AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

BBM Langka di Sumut, Organda Sebut 30 Persen Angkutan Barang Berhenti Operasi

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Jum'at, 15 Oktober 2021 21:03 WIB
Sebanyak 5 ribu unit angkutan truk di Pelabuhan Belawan, Kota Medan, kini kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
BBM Langka di Sumut, Organda Sebut 30 Persen Angkutan Barang Berhenti Operasi. (Foto: MNC Media)
BBM Langka di Sumut, Organda Sebut 30 Persen Angkutan Barang Berhenti Operasi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sebanyak 5 ribu unit angkutan truk di Pelabuhan Belawan, Kota Medan, kini kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Itu karena SPBU di sekitar wilayah Belawan, tempat truk-truk itu biasa mengisi solar, kini tak memiliki stok. 

Hal itu diungkapkan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Utara, Haposan Sialagan, Jumat (15/10/2021).

Menurut Haposan, kelangkaan solar terpaksa membuat para sopir mengisi bahan bakar dengan harga lebih tinggi seperti Dex dan Dexlite. Ini membuat biaya operasional mereka meningkat secara cukup signifikan. 

"Angkot juga bgeitu, sudah keliling mencari premium bahkan sudah antre di SPBU. Begitu juga bus lintas sumatera juga supaya sampai ke tujuan maka diisi dulu pakai Dexlite. Akhirnya membuat setoran menjadi minus," jelasnya.

Haposan berharap, kelangkaan BBM yang saat ini terjadi dapat diatasi dalam beberapa hari ke depan. Organda menurut Haposan, sudah berkordinasi dengan Pertamina terkait permasalahan kelangkaan solar ini.

"Kita tunggu beberapa hari ini. Karena Pertamina juga sudah coba kita hubungi dan keterlambatan yang menjadi alasan mereka. Harapan kita tidak lama keterlambatan ini karena kita sudah terganggu," pungkasnya. 

Ketua DPC Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Belawan, Ery Salim, mengatakan sangat sulit mendapatkan BBM jenis solar sehingga mengganggu aktivitas di pelabuhan. Khususnya tiga hari belakangan ini. 

"Memang minggu lalu mulai terasa tetapi selama 3 hari ini truk kontainer berputar-putar mencari bahan bakar di sejumlah SPBU. Kalau ada informasi dimana ada solar kita datangi tetapi tidak juga terpenuhi," ujarnya. 

Bahkan karena kesulitan mendapatkan BBM jenis solar, sambung Ery, membuat sekitar 30% armada khusus mengangkat barang-barang pelabuhan tidak beroperasi. Armada yang beroperasi juga sangat terganggu karena tidak bisa optimal. 

"Sebab mencari solar saja sudah menghabiskan waktu yang banyak baru bisa ambil barang ke pelabuhan atau antar barang ke pelabuhan. Itu yang paling kita rasakan," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD