AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Belajar dari AS, Kematian Karena Infeksi Omicron Hampir 2.000 Orang per Hari

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Kamis, 20 Januari 2022 11:00 WIB
Infeksi Omicron bisa meledak seperti kasus yang terjadi di Amerika Serikat (AS).
Infeksi Omicron bisa meledak seperti kasus yang terjadi di Amerika Serikat (AS). (Foto: MNC Media)
Infeksi Omicron bisa meledak seperti kasus yang terjadi di Amerika Serikat (AS). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan bahwa infeksi Omicron ringan, namun tetap tidak boleh dianggap remeh. Sebab infeksi Omicron bisa meledak seperti kasus yang terjadi di Amerika Serikat (AS).

Dalam unggahan video singkat di akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Kamis (20/1/2022), kasus Omicron di AS meledak parah hingga rata-ratanya lebih dari 1 juta kasus per hari. Padahal sebelumnya ledakan kasus varian Delta tidak sejauh Omicron. 

Selain itu kasus pasien yang sampai dirawat inap lebih dari 150 ribu per hari. Bahkan kematian hampir menyentuh angka 2 ribuan perhari. Dokter Fajri pun mencoba memberikan penjelasan mengenai fenomena yang terjadi tersebut.

Menurutnya varian Omicron ini memiliki kecepatan menular yang amat sangat cepat akibat mutasi genetik yang terjadi. Meski demikian, untungnya sebanyak 63 persen dari populasi masyarakat AS sudah divaksin full dosis atau divaksinasi sebanyak 2 kali.

Sementara 24 persen populasi lainnya juga sudah diberikan vaksinasi dosis booster atau vaksinasi ketiga. Sehingga dampak keparahan dari infeksi varian Omicron ini jauh lebih baik. Kalau tidak divaksin lengkap dan mendapatkan booster sebanyak itu, kemungkinan ledakan kasus akan lebih parah. 

Lantas apakah mungkin Indonesia mengalami hal yang sama seperti Amerika Serikat? 

Dokter Fajri berharap semoga Indonesia tidak mengalami ledakan seperti kasus yang menimpa AS. Namun, ia meminta masyarakat tetap peduli dan waspada dalam memahami bahwa saat ini dunia masih dalam konteks pandemi Covid-19. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD