AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22266.17
2.52%
+547.11
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Belum Terdaftar, Instagram hingga Facebook Terancam Diblokir Kominfo

ECONOMICS
Tangguh Yudha/MPI
Kamis, 23 Juni 2022 13:59 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa setiap PSE baik domestik maupun asing wajib melakukan pendaftaran PSE Privat
Belum Terdaftar, Instagram hingga Facebook Terancam Diblokir Kominfo (FOTO:MNC Media)
Belum Terdaftar, Instagram hingga Facebook Terancam Diblokir Kominfo (FOTO:MNC Media)


IDXChannel  - Aplikasi instagram terancam diblokir di Indonesia Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hal ini akan terjadi jika media sosial asal Negeri Paman Sam tersebut tidak segera mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Private.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa setiap PSE baik domestik maupun asing wajib melakukan pendaftaran PSE Privat paling lambat tanggal 20 Juli 2022.

Jika belum mendaftar setelah lewat dari tanggal tersebut, maka akses platform atau situs milik PSE Lingkup Privat berpotensi diblokir, dan tentu masyarakat Indonesia tidak bisa lagi bermain Instagram.

"Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat, setiap PSE wajib mendaftar," kata Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, Rabu (22/6/2022).

"Ini untuk mewujudkan penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik yang andal, aman, terpercaya dan bertanggung jawab," tambahnya. 

Dedy menjelaskan, pemblokiran tidak akan dilakukan secara gegabah. Pihaknya akan lebih dulu melakukan identifikasi, serta kordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait yang menjadi pengampu sektor tersebut.

"Jika tidak ada penjelasan yang cukup bisa diterima oleh Kementerian Kominfo, maka sesuai dengan peraturan, kami akan langsung melakukan pemutusan akses. Tapi kami optimis bahwa PSE-PSE yang besar ini akan taat kepada peraturan dan kami yakin mereka sedang melakukan proses pendaftaran," pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kominfo, sejak 2015 hingga hari ini, hanya terdapat 4.540 PSE yang terdaftar di Indonesia, terdiri dari 4.472 PSE domestik dan 68 asing.

Masih banyak PSE-PSE besar yang belum melakukan pendaftaran, terutama yang asing. Bukan Instagram saja, tapi juga Google, Facebook, WhatsApp, Netflix, dan lainnya.


(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD