Kondisi ini membuat distribusi barang belum berjalan optimal dan menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga di Aceh.
Di sisi lain, penurunan harga juga tidak selalu berlangsung cepat setelah terjadi kenaikan sehingga turut memengaruhi perkembangan inflasi, terutama ketika gangguan pasokan dan distribusi belum sepenuhnya teratasi.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh Agus Andria mengatakan, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran menjadi penyumbang inflasi bulanan Aceh terbesar pada Oktober 2026.
Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,77 persen dengan andil sebesar 0,09 persen terhadap inflasi Aceh.
Sejumlah komoditas yang memengaruhi inflasi bulanan antara lain cabai merah, cabai rawit, nasi dengan lauk, tomat, dan ikan bandeng. Adapun komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi meliputi daging ayam ras, beras, ikan dencis, ikan tongkol, dan udang basah.
(DESI ANGRIANI)