"Kita mempunyai teknologi untuk melihat lebih jauh komponen produk, di mana pada edisi pertama ini tercatat ada 80 produk internasional yang komponennya dibuat di Indonesia seperti Tesla, Airbus, Uniqlo, IKEA, Panasonic, Goodyear, hingga animasi. Kita ingin menggalakkan generasi penerus menggiatkan perdagangan karena kalau perdagangannya maju, pasti orang mau berinvestasi," kata Anindya.
Penguatan arus perdagangan dinilai menjadi pintu masuk utama bagi masuknya modal asing dan akselerasi proses industrialisasi di dalam negeri. Kadin berencana meluncurkan buku ini secara resmi pada bulan mendatang sebagai panduan konkret dalam setiap perundingan kerja sama ekonomi internasional.
"Kalau berinvestasi, industrialisasinya terjadi dan semua komponen kecil ini ada nilai tambahnya karena diproses di Indonesia. Kami berencana meluncurkan ini pada 8 Agustus mendatang sebagai kontribusi Kadin agar saat kita menjalin free trade agreement atau CEPA ke luar negeri, ada wujud nyata pengejawantahannya," urai Anin.
(Febrina Ratna Iskana)