AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Bertemu Ketua DPR, Nelayan Banyuwangi Ngadu Soal BBM Murah Langka dan Harga Ikan Anjlok 

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta
Jum'at, 12 November 2021 14:11 WIB
Berikut keluhan nelayan Banyuwangi saat bertemu Ketua DPR RI.
Bertemu Ketua DPR, Nelayan Banyuwangi Ngadu Soal BBM Murah Langka dan Harga Ikan Anjlok  (Dok.MNC Media)
Bertemu Ketua DPR, Nelayan Banyuwangi Ngadu Soal BBM Murah Langka dan Harga Ikan Anjlok  (Dok.MNC Media)

IDXChannel- Para nelayan di Banyuwangi, Jawa Timur mengeluhkan langkanya bahan bakar minyak (BBM) murah untuk melaut dan anjloknya harga ikan pada Ketua DPR RI Puan Maharani, Jumat (12/11/2021).

Salah satu nelayan, Rahmat Sukardi, mengadu ke Puan karena dilarang membeli Pertalite oleh SPBU Pertamina. Padahal, katanya, nelayan masih membutuhkan BBM murah.

"Kami disuruh beli Pertamax. Padahal kami nelayan kecil. Pendapatan melaut tidak seberapa, apalagi di masa pandemi," keluh Sukardi saat berdialog dengan Puan di Pasar Ikan Mandar, Banyuwangi.

Hadir pula dalam dialog langsung dengan nelayan antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, dan jajaran anggota DPR RI.

Menanggapi keluhan Sukardi, Puan mengatakan memahami problem BBM untuk nelayan. 
"Karena BBM itu komponen biaya utama melaut. Apalagi di masa pandemi ini," kata Puan Maharani.

Ia meminta pemerintah memberi akses BBM murah kepada nelayan. Permintaan ini disampaikan langsung kepada Menteri Trenggono yang hadir.

"Gimana, Pak Menteri? Ini mumpung ada menterinya," kata Puan sambil menunjuk Trenggono yang duduk di sampingnya.

Menteri Trenggono menyatakan pihaknya siap memberi BBM murah untuk nelayan, khususnya di Banyuwangi. “Akan kami salurkan lewat koperasi-koperasi nelayan," kata Trenggono.

Kepada puluhan nelayan yang hadir, Puan meminta mereka menumpahkan semua unek-uneknya. 

"Ayo sampaikan semua. Mumpung ada saya dan Pak Menteri,” kata Puan.

Mendengar permintaan Puan tersebut, Helmi Tri Suhadi, Ketua Kelompok Nelayan Pantai Marina, Banyuwangi, mengeluarkan unek-unek tentang harga jual hasil tangkapannya yang rendah.

"Kalau musim panen ikan, harganya anjlok, Mbak Puan,” keluh Helmi.

Keluhan juga muncul dari istri nelayan, Rodiatulloh, warga Muncar, Banyuwangi. 
"Penghasilan nelayan ini pasang surut. Kami istri-istri nelayan ingin ada pendapatan untuk membantu suami," ungkapnya. 

Puan mengaku gembira mendengar semangat para istri nelayan yang semangat membantu suami mencukupi kebutuhan hidup. 

"Saya senang ini lihat istri nelayan yang bersemangat meningkatkan skill untuk mendapatkan  penghasilan. Bu Menteri PPA dan Bupati Banyuwangi segera  adakan pelatihan buat mereka," kata Puan kepada Menteri Bintang dan Bupati Ipuk.

Di akhir dialog, Puan menyatakan berterima kasih kepada para nelayan yang terbuka menyampaikan keluhan dan unek-uneknya. 

"Saya bisa melihat langsung permasalahan nelayan Banyuwangi dan tentu saja daerah-daerah lain. Makanya saya bawa Menteri KKP dan anggota-anggota DPR agar bisa segera diselesaikan,” kata Puan Maharani.

Sebelum berdialog dengan para nelayan, Puan mengunjungi vaksinasi untuk keluarga nelayan. Matan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini juga meninjau Pasar Ikan Segar Mandar. 

"Ini pasar ikannya bagus, bersih, menghilangkan kesan kumuh yang selama ini melekat tentang pasar ikan,” katanya.

Puan juga menyempatkan diri berbincang dengan para pedagang di pasar ikan tersebut. 

"Selain beli ikan, kita juga bisa memasak langsung dan bisa makan di tempat. Ini membuat ekonomi bergulir. Bukan hanya nelayan saja yang dapat penghasilan, tapi penjual beras, penjual sayur dan tukang masak ikut kebagian rejeki,” ujarnya.

Puan juga menemui para pengrajin alat tangkap ikan dan ikut mencoba merajut jaring ikan. Setelahnya, Puan memberikan sejumlah bantuan, antara lain berupa paket alat tangkap benih, bantuan permodalan perikanan tangkap, dan paket bakti nelayan (sembako) sebanyak 1.500 paket.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD