AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

BI Prediksi Ekonomi Kuartal IV-2021 Membaik, Ini Faktor Pendorongnya

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 18 November 2021 15:01 WIB
Kinerja ekonomi diprakirakan meningkat pada triwulan IV 2021, didukung oleh perbaikan kinerja ekspor
BI Prediksi Ekonomi Kuartal IV-2021 Membaik, Ini Faktor Pendorongnya (FOTO:MNC Media)
BI Prediksi Ekonomi Kuartal IV-2021 Membaik, Ini Faktor Pendorongnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Perbaikan ekonomi domestik diprakirakan terus berlangsung secara bertahap. Kinerja ekonomi triwulan III 2021 tercatat tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy), meskipun lebih rendah dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 7,07% (yoy) seiring pembatasan mobilitas untuk mengatasi varian delta Covid-19.  

"Perkembangan tersebut ditopang oleh tetap tingginya ekspor, di tengah tertahannya konsumsi rumah tangga dan investasi. Pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh kinerja positif Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Pertambangan, serta kinerja ekonomi wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Kalimantan, dan Sumatera," jelas Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo secara virtual di Jakarta, Kamis(18/11/2021). 

Kinerja ekonomi diprakirakan meningkat pada triwulan IV 2021, didukung oleh perbaikan kinerja ekspor, kenaikan belanja fiskal pemerintah, maupun peningkatan konsumsi dan investasi.  

Hal ini tercermin dari kenaikan indikator hingga awal November 2021 seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, serta realisasi ekspor dan impor.  

"Pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat lebih tinggi pada tahun 2022, didorong pula oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan dengan akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor-sektor ekonomi yang lebih luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut," ungkapnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD