Selain itu, pertumbuhan ekonomi Aceh masih ditopang oleh konsumsi masyarakat dan investasi swasta. Meski mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya, kedua komponen tersebut masih memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Agus mengaku sempat memperkirakan investasi swasta akan mengalami penurunan lebih dalam akibat dampak bencana. Namun, realisasinya masih cukup kuat sehingga mampu menopang aktivitas ekonomi Aceh.
Di sisi lain, BI mencermati pelaku UMKM yang masih menghadapi kesulitan keuangan akibat dampak bencana, mulai dari kesulitan memenuhi kewajiban pembiayaan hingga terpaksa menutup usaha.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BI telah berdiskusi dengan perbankan mengenai sejumlah langkah pemulihan pembiayaan UMKM dengan memberikan penundaan pembayaran, penjadwalan ulang kredit (rescheduling), hingga penambahan pembiayaan bagi usaha yang masih memiliki prospek.
"Tentu, tidak semua UMKM dapat memperoleh tambahan pembiayaan. Perbankan tetap harus mempertimbangkan kondisi usaha dan kemampuan debitur agar tidak menimbulkan masalah baru," tuturnya