Bank sentral menilai inflasi masih terkendali dan berada dalam target yang telah ditetapkan, sementara stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Di sisi lain, ketidakpastian global masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, arah kebijakan suku bunga bank sentral negara maju, serta volatilitas di pasar keuangan internasional.
"Ketidakpastian global meningkat pasca intensitas perang, lalulintas di selat hormuz terhambat mengganggu rantai pasok, dan memengaruhi harga minyak," katanya.
Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik tetap terjaga, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta berbagai stimulus pemerintah. Kendati demikian, BI akan terus mencermati risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah dan arus modal asing.
Ke depan, BI menegaskan akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
(Rahmat Fiansyah)