AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Bobol Di Malaysia, Menkes Pastikan Varian AY.4.2 Belum Masuk Indonesia

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Senin, 08 November 2021 18:29 WIB
Menkes memastikan bahwa varian Covid-19 Delta Plus AY.4.2 belum masuk ke Indonesia.
Menkes memastikan bahwa varian Covid-19 Delta Plus AY.4.2 belum masuk ke Indonesia. (Foto: MNC Media)
Menkes memastikan bahwa varian Covid-19 Delta Plus AY.4.2 belum masuk ke Indonesia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan terkait progres deteksi Covid-19 yang terjadi di Tanah Air. Ia memastikan bahwa varian Covid-19 Delta Plus AY.4.2 belum masuk ke Indonesia meski saat ini Malaysia telah melaporkan penemuan kasus tersebut. 

Sebagaimana diketahui, varian AY.4.2 menjadi varian yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia saat ini. Varian ini juga memiliki karakteristik unik dengan kemampuanya untuk menginfeksi manusia dengan sangat cepat.  

“Progres deteksi AY.4.2 sudah sampai di Malaysia tapi belum atau tidak terdeteksi di Indonesia sampai sekarang. Kita melakukan genome sequencing antara 1.500 sampai 1.800 tes per bulan dan sampai sekarang kita belum lihat,” terang Menkes Budi, dalam sesi jumpa pers PPKM di channel YouTube Sekertariat Presiden, Senin (8/11/2021). 

Oleh sebab itu, Menkes Budi mengatakan bahwa pemerintah akan lebih fokus dalam menjaga perbatasan di Indonesia. Terlebih karena virus AY.4.2 ini sudah sampai di Malaysia di mana banyak orang Indonesia yang pulang pergi baik menggunakan transportasi perjalanan baik darat, laut udara. 

“Ini nanti akan kita tingkatkan penjagaannya agar kita bisa menahan potensi masuknya varian ini ke Indonesia. Prinsipnya adalah kita harus bersyukur kasus Covid-19 sudah menurun tapi kita harus tetap waspada dan berhati-hati, terutama dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),” tuntasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD