IDXChannel - Raksasa energi Inggris, BP, memperingatkan lonjakan pasokan minyak jika perang di Timur Tengah berakhir.
Dilansir dari Financial Times (FT) pada Sabtu (1/8/2026), BP terus melakukan efisiensi untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi bisnis yang lebih buruk di masa depan.
Menurut sebuah email internal, BP memangkas 700 pekerja non-front line sebagai bagian dari rencana untuk menyederhanakan organisasinya.
Pemangkasan pekerjaan tersebut juga mencakup divisi hulu, namun tidak termasuk posisi operasional yang esensial.
Menurut laporan tahunan perusahaan, BP saat ini mempekerjakan 93.700 orang di seluruh dunia setelah memangkas hampir 7.000 pekerja tahun lalu.
"Sinyal pasar global mengindikasikan potensi kelebihan pasokan dan harga minyak dan gas yang lebih rendah”, kata email tersebut.
"BP juga harus kompetitif di titik terendah siklus, bukan hanya di titik tertinggi," katanya.
Peringatan ini muncul meskipun harga minyak mentah meningkat tajam karena gangguan pasokan yang disebabkan oleh perang di Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)