Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama pada kinerja nonmigas dengan kontribusi andil sebesar 3,15 persen.
Ateng menyebutkan beberapa komoditas yang menjadi penggerak utama sektor ini antara lain Nikel, Kimia dasar organik, CPO (minyak kelapa sawit mentah) dan Semi konduktor.
BPS juga mencatat bahwa pasar ekspor nonmigas Indonesia masih didominasi oleh tiga negara mitra utama, yaitu China, Amerika Serikat, dan India. Ketiga negara ini secara kolektif menyumbang sekitar 44,48 persen dari total nilai ekspor nonmigas Indonesia selama kuartal pertama 2026.
(NIA DEVIYANA)