Peningkatan ini mencerminkan peluang strategis Indonesia dalam rantai pasok global energi terbarukan, sekaligus menunjukkan potensi kontribusi Indonesia dalam mendukung agenda transisi energi dunia.

(Sumber: Badan Pusat Statistik, April 2026)
BPS juga mencatat bahwa neraca perdagangan nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat mengalami surplus USD3,53 miliar pada periode Januari-Februari 2026, tertinggi dibandingkan negara-negara lainnya.
Beberapa komoditas yang mengalami surplus terbesar di antaranya adalah mesin, perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85) sebesar USD716,4 juta, alas kaki (HS 64) sebesar USD446,9 miliar, serta pakaian dan aksesorinya (rajutan) sebesar USD426,4 juta.
(Febrina Ratna Iskana)