IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk mengukur capaian pembangunan kualitas hidup manusia. Indikator ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai IPM, semakin baik kualitas hidup masyarakat di suatu wilayah.
Berdasarkan data BPS, IPM Indonesia pada 2026 mencapai 76,59, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 75,90. IPM Indonesia berada pada kategori tinggi.
"Angka ini naik 0,69 poin dari tahun 2025 yang sebesar 75,90. Sejak tahun 2020 IPM Indonesia mengalami peningkatan secara konsisten," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Peningkatan IPM 2026 didorong oleh naiknya semua indikator penyusun. Komponen umur harapan hidup saat lahir meningkat dari 74,47 tahun pada 2025 menjadi 74,68 tahun pada 2026.
Dari sisi pendidikan, harapan lama sekolah sebesar 13,34 tahun pada 2026, naik dari 13,30 tahun pada 2025.
Sementara itu, rata-rata lama sekolah tercatat sebesar 9,16 tahun pada 2026, naik dari 9,07 tahun pada 2025.
Selanjutnya, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan naik dari Rp12,80 juta pada 2025 menjadi Rp13,37 juta pada 2026.
Secara spasial, 30 dari 38 provinsi di Indonesia telah mencapai IPM kategori tinggi.
Lima provinsi bahkan telah masuk kategori sangat tinggi, yaitu DKI Jakarta (85,88), DI Yogyakarta (83,43), Kepulauan Riau (81,12), Kalimantan Timur (80,09), dan Bali (80,03).
Sementara itu, dua provinsi berada pada kategori sedang dan satu provinsi berada pada kategori rendah.
BPS juga mencatat 4 provinsi mengalami perubahan status pembangunan manusia. Bali dan Kalimantan Timur meningkat dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi.
Sementara itu, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan meningkat dari kategori sedang menjadi tinggi.
(NIA DEVIYANA)