sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perusahaan Ini Bangun PLTS Atap Berkapasitas 1,4 MWp untuk Pasok 15 Persen Kebutuhan Listrik

Economics editor Rohman Wibowo
04/11/2026 22:00 WIB
Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia menggadang-gadang bahwa fasilitas PLTS Atap berkapasitas 1,4 MWp di Bekasi.
Perusahaan Ini Bangun PLTS Atap Berkapasitas 1,4 MWp untuk Pasok 15 Persen Kebutuhan Listrik. (Foto: Rohman Wibowo/ iNews Media Group)
Perusahaan Ini Bangun PLTS Atap Berkapasitas 1,4 MWp untuk Pasok 15 Persen Kebutuhan Listrik. (Foto: Rohman Wibowo/ iNews Media Group)

IDXChannel - PT Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia menggadang-gadang bahwa fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,4 megawatt peak (MWp) yang baru diresmikan di Pabrik Bekasi 2 Plant, Jawa Barat mampu memproduksi listrik bersih sekitar 1,76 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Dengan klaim tersebut, PLTS Atap bisa menopang hingga 15 persen dari total kebutuhan konsumsi listrik operasional pabrik tersebut.

"Kapasitas 1,45 MWp ini itu setara kurang lebih sekitar 14 sampai 15 persen dari total konsumsi listrik pabrik Bekasi 2. Kalau diperhatikan tadi kisarannya antara 1.000 sampai 1.500 ton CO2 ekuivalen per tahunnya," ujar Head of Sustainability Coca-Cola Europacific Partners, Natasha Gabriella, dalam momen peresmian PLTS Atap di pabrik Bekasi 2, Jawa Barat, Rabu (4/11/206).

Realisasi proyek hijau yang bermitra dengan PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) sebagai penyedia energi ini disebut-sebut menjadi bagian integral dari strategi perseroan dalam mengakselerasi bauran energi ramah lingkungan pada jaringan rantai pasok domestik. Penambahan kapasitas di pabrik keempat ini diproyeksikan semakin memperkuat capaian target pemanfaatan energi terbarukan yang telah dicanangkan secara terukur.

"Kalau ditanya berapa penggunaan listrik dari energi baru dan terbarukan untuk CCEP Indonesia, kisarannya untuk Indonesia per akhir 2025 antara 45 sampai 50 persen. Sumbernya dari mana? Ya, betul, PLTS atap itu adalah salah satu sumbernya, di mana per akhir 2025 lalu kan kita ada tiga pabrik ya sudah beroperasi dengan PLTS atap, dan yang ini kan pabrik keempat berarti kan mulai operasi Q4-2026," jelas Natasha.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement