Selain memproduksi listrik secara mandiri dari atap pabrik, CCEP Indonesia turut memanfaatkan instrumen pengadaan listrik hijau yang disediakan oleh PT PLN (Persero). Perusahaan menaruh perhatian besar pada keabsahan sertifikat energi terbarukan agar seluruh pasokan listrik hijau yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
"Tapi selain dari itu, CCEP Indonesia ini kami sebenarnya salah satu pelanggan dari Renewable Energy Certificate atau REC-nya PLN. Di situ ada unique verifier number yang bisa di-track, karena dari PLN itu memastikan bahwa ketika dipensiunkan satu sertifikat setara dengan 1 MWh misalkan, itu hanya diberikan ke pelanggan yang membeli tersebut dan tidak dijual ke yang lain, atau tidak ada perhitungan ganda," tutur Natasha.
Dari perspektif operasional manufaktur, keberadaan fasilitas di Cikarang Barat ini memegang peran strategis dalam menopang distribusi produk minuman ke pasar nasional dengan standar keberlanjutan yang tinggi.
"Bekasi 2 Plant merupakan salah satu dari lima fasilitas produksi strategis kami di CCEP Indonesia, yang mendukung pemenuhan kebutuhan konsumen di seluruh wilayah Indonesia. Namun bagi kami, Bekasi 2 Plant tidak hanya sekadar fasilitas produksi, kami melihat masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita produksi, tapi juga oleh bagaimana cara kita memproduksinya," ungkap Customer Service & Supply Chain Director of PT Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, Linda Christina Daryanto, dalam kesempatan sama.
Manajemen perseroan menyadari bahwa energi merupakan komponen vital demi memastikan keandalan serta efisiensi proses produksi harian, sekaligus memegang peranan kunci dalam mengawal transisi menuju ekonomi rendah karbon.