Sementara itu, pada pembahasan SDGs Tujuan 6, BPS menyampaikan pengalaman Indonesia dalam memanfaatkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk mengukur akses rumah tangga terhadap air minum dan sanitasi. Data Susenas menjadi salah satu sumber penting dalam memantau perkembangan akses masyarakat terhadap layanan dasar.
Memperluas Kerja Sama Bilateral
Selain berbagi pengalaman dan menyampaikan masukan, BPS memanfaatkan forum OIC-StatCom untuk memperluas kerja sama bilateral dan multilateral. Di sela-sela persidangan, BPS melakukan pertemuan dengan sejumlah kantor statistik negara anggota dan lembaga internasional, termasuk GASTAT Arab Saudi, TURKSTAT Turki, CAPMAS Mesir, Islamic Development Bank, dan Statistical, Economic, Social Research and Training Centre for Islamic Countries (SESRIC).
Dengan GASTAT, pembahasan kerja sama diarahkan pada bidang yang memiliki keterkaitan erat antara Indonesia dan Arab Saudi. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pengembangan statistik haji dan umrah, statistic halal, PDB syariah, dan statistic ekspor-impor.
Pihak Arab Saudi juga menawarkan percepatan transfer pengetahuan untuk digitalisasi dan transformasi statistic bagi Indonesia.
Sedangkan pertemuan BPS dan Turkish Statistical Institute (TURKSTAT) menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman sebagai landasan penguatan kerja sama statistik antara Indonesia dan Turki. Nota kesepahaman ini mencakup pertukaran pengalaman mengenai metodologi pelaksanaan sensus modern, pemanfaatan dan integrasi data administrasi, serta transformasi digital dalam penyelenggaraan statistik resmi.