AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Cerita Bambang Pimpin Kemenristek, dari Struktur Organisasi Seadanya

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Minggu, 11 April 2021 22:31 WIB
Selama kurang lebih 1,5 tahun, Bambang Brodjonegoro ditunjuk untuk memimpin Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN
Cerita Bambang Pimpin Kemenristek, dari Struktur Organisasi Seadanya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Selama kurang lebih 1,5 tahun, Bambang Brodjonegoro ditunjuk untuk memimpin Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Namun, dia mengatakan hanya perpres struktur organisasi Kemenristek yang diterbitkan.

Sementara perpres terkait struktur organisasi BRIN belum juga terbit. Dia menyebut sampai saat ini hanya memimpin organisasi dengan lini dan struktur seadanya.

“Perpres Ristek yang keluar dan saya sudah lantik. Tapi isinya Sesmen (Sekretaris Menteri), Staf Ahli, that’s it. Sesmen pun tidak punya organisasi. Staf ahli juga tahu sendiri tidak punya struktur. Jadi hanya dengan itu saja saya coba jalankan organisasi,” katanya dikutip dari akun youtube Ikatan Alumni Program Habibie Center (IABIE), Minggu (11/4/2021).

“BRIN-nya yang harusnya menjadi yang utuh. Lengkap dengan eselonisasinya, lengkap dengan deputi-deputi, sestama dan segala macam lengkap dengan organ-organnya itu tidak pernah muncul,” ujarnya.

Bambang mengatakan tidak pernah munculnya Perpres Organisasi BRIN karena ada pihak yang menginginkan BRIN harus dipisah dari Kemenristek. Di mana BRIN harusnya menjadi organisasi yang melakukan penelitian secara konkret.

“Ya kebetulan saya tidak terlalu favor (berkenan) cara itu. Sehingga akhirnya deadlock selama satu tahun. Perpresnya tidak pernah keluar,” tuturnya.

Setelah satu tahun Perpres BRIN tidak pernah keluar, Bambang pun mengatakan hal ini tidak mungkin diteruskan. Pasalnya akan sangat sulit kementerian tanpa organisasi.

“Sehingga akhirnya keputusannya dipisah,” ujarnya.

Terkait dengan pemisahan BRIN dari Kemenristek, Bambang mengusulkan agar Dikti dikembalikan lagi dengan Kemenristek. Menurutnya hal tersebut adalah kombinasi yang baik.

“Saya sudah mengusulkan kalau dipisah BRINnya sebagai badan, kementeriannya kembali ke Ristekdikti. Karena di situlah kombinasi yang baik karena Dikti heavy-nya di riset. Dan lembaga triset tentunya dengan perguruan tinggi adalah tadi komponen-komponen utama yang bisa melakukan kegiatan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi di Indonesia,” tanya.

Namun dengan adanya keputusan peleburan Kemenristek ke Kemendikbud, Bambang mengatakan usulannya tidak diambil. Pasalnya bukan Diktinya yang digabungkan ke Kemenristek tapi sebaliknya.

“Tetapi rupanya usulan saya bukan usulan yang diambil. Yang diputuskan diambil adalah digabungkan ke Dikbud karena Dikti ada di sana. Jadi Dikti tidak dikeluarkan. Dikti Tetap di situ. Ristek yang akan bergabung dengan Dikbud,” tuturnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD