AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Cerita Pedagang Gorengan Berutang Demi Dapatkan Minyak Goreng Mahal

ECONOMICS
Avirisda M/Kontributor
Kamis, 24 Maret 2022 13:55 WIB
Melonjaknya harga minyak goreng hingga Rp25 ribu per liter membuat sejumlah pedagang kecil terpaksa mengencangkan pengeluaran.
Cerita Pedagang Gorengan Berutang Demi Dapatkan Minyak Goreng Mahal. (Foto: MNC Media)
Cerita Pedagang Gorengan Berutang Demi Dapatkan Minyak Goreng Mahal. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Melonjaknya harga minyak goreng hingga Rp25 ribu per liter membuat sejumlah pedagang kecil terpaksa mengencangkan pengeluaran. Bahkan, mereka mengaku terpaksa berutang demi mendapatkan komoditas tersebut agar dapat berjualan.

Ningsih, pedagang gorengan di Pasar Bunulrejo, mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng hingga membuat dirinya terpaksa mengurangi produksi. Sudah hampir beberapa bulan terakhir sejak awal tahun persoalan minyak goreng menjadi masalah baginya.

"Minyaknya nggak ada, saya ini kan jualan nasi, lauk pauk, ya gorengan juga. Lah itu bahannya kan minyak goreng, enggak mungkin gorengan direbus," ucap Ningsih saat ikut antri minyak goreng curah dalam operasi pasar di Pasar Bunulrejo, Kamis (24/3/2022).

Dia mengaku turut antre minyak goreng curah untuk keperluan dagangannya. Namun sejak pagi hingga Kamis siang, dua jirigen kosong seberat lima liter itu belum terisi sama sekali.

Perempuan berusia 66 tahun ini tak tahu apakah ia mendapat kuota minyak goreng curah seharga Rp14.000 per liter atau tidak. Namun dia mengaku sudah sejak pagi hingga siang bolak-balik keluar masuk toko demi melihat antrean jiriken yang dibawanya, namun belum ada kejelasan.

"Ini mau beli lima liter, katanya disuruh ngantrekan jirikennya. Tapi mau saya antrekan jualan saya yang jaga siapa, saya juga jualan soalnya. Semoga saja dapat," harapnya.

Sementara itu, pedagang lainnya Nanik menyatakan, minyak goreng menjadi dilema baru baginya. Alhasil ketika ada informasi adanya operasi pasar minyak goreng curah yang dijual seharga Rp14.000 per liternya atau Rp15.500 per kilogram, ia menyambut antusias.

Sayangnya, harapan Nanik dan pedagang lainnya tak sesuai janji yang diberikan pihak Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Kuota minyak goreng curah yang seharusnya diperuntukkan 1.500 liter untuk pedagang Pasar Bunulrejo, hanya dialokasikan 950 liter saja untuk 25 toko, dari 200 pedagang yang terdaftar.

"Kita beli nggak dapat jatah, pasarnya sepi buat beli minyak saja harus utang-utang, nggak makan dijalani, supaya bisa beli minyak hari ini. Kok ngantre dari pagi sampai sekarang nggak dapat apa-apa, benar nggak adil, seharusnya meskipun dua liter, harusnya dapat," kata Nanik.

Ia pribadi mengaku hanya memperjuangkan nasib para pedagang kecil lainnya di Pasar Bunulrejo. Mengingat ada beberapa pedagang lainnya yang terpaksa tak berjualan karena sulitnya mendapat pasokan minyak goreng dengan harga terjangkau.

"Saya nggak dikasih nggak apa-apa, pokoknya yang lain kebagian, harus adil dibagi meskipun kecil-kecil. Tadi saya disuruh tanya Kapas (kepala pasar), Kapasnya bilang hanya 25 toko besar-besar, ini kan nggak adil," keluhnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD