Di sisi lain, pemerintah AS juga telah membatasi investasi ke sektor teknologi tertentu di China, seperti semikonduktor, komputasi kuantum, dan AI sejak 2025, karena kekhawatiran akan dampaknya terhadap kekuatan militer dan ekonomi China.
Manus berbasis di Singapura, meski pendirinya berasal dari China. Diluncurkan pada Maret 2025, Manus adalah agen AI yang mampu mengotomatisasi tugas kompleks, seperti analisis S&P 500 hingga pembuatan materi penjualan. Sebulan kemudian, induknya Butterfly Effect memperoleh pendanaan USD75 juta dari Benchmark dengan valuasi USD500 juta.
Pada Juli, Manus memindahkan stafnya dari China ke Singapura dan memangkas sejumlah posisi. Pada Desember, Meta mengumumkan akuisisi Manus setelah perusahaan itu mencapai pendapatan tahunan lebih dari USD100 juta.
Masih belum jelas langkah lanjutan Beijing setelah penyelidikan selesai. Pendiri Manus, Xiao Hong dan Ji Yichao, bahkan dilaporkan sempat dilarang meninggalkan China.
(NIA DEVIYANA)