AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Covid-19 Melandai, Tiga Lokasi Ini Dianggap Paling Rendah Pemakaian Masker 

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Jum'at, 19 November 2021 20:15 WIB
Seiring dengan PPKM Level 1, artinya mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat semakin meningkat.
Pakai masker guna cegah penularan Covid-19
Pakai masker guna cegah penularan Covid-19

IDXChannel - Seiring dengan PPKM Level 1, artinya mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat semakin meningkat.

Dari data Google Mobility Index per 15 November 2021, tidak hanya mall atau pusat tempat perbelanjaan yang kini sudah ramai lagi. Tapi tempat-tempat wisata juga saat ini sudah mengalami peningkatan pengunjung. Bahkan pemukiman, dalam konteks kunjungan silaturahmi keluarga juga meningkat.

Sayangnya, peningkatan mobilitas dan aktivitas masyarakat ini belum dibarengi dengan kedisplinan protokol kesehatan, sesederhana memakai masker. Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro menyebutkan, Satgas Covid-19 mendapati ada tiga lokasi dengan tingkat kepatuhan yang paling rendah.

“Dari hasil pantauan Satgas per tanggal 14 November 20210, persentase pemakaian masker masih tinggi tapi di restoran, tempat wisata dan pemukiman, tertangkap sebagai lokasi yang paling rendah tingkat kepatuhan memakai maskernya,” ujar dr. Reisa, dalam siaran langsung dikutip dari akun chanel Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (19/11/2021).

Sebagai informasi, ternyata pengamatan pemakaian masker oleh Satgas Covid-19 ini dilakukan di luar kegiatan makan dan minum yang memang membuat setiap orang harus membuka maskernya. 

“Jadi tingkat pemakaian masker yang rendah ini terjadi saat percakapan dan interaksi di luar makan minum, terutama di dalam restoran. Dalam konteks bahwa virus masih ada dan terus bermutasi, cakupan vaksinasi belum 100 persen dan disiplin protokol kesehatan yang jadi turun, ini sangat berbahaya,” tutup dr. Reisa

Harus menjadi perhatian, setelah mobilitas dan interaksi sosial meningkat tajam. Belakangan ini bisa dilihat terjadinya tren kenaikan kasus, seperti pola yang terlihat di setiap masa libur karena ada mobilitas masyarakat yang tak dibatasi. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD