AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Cuaca Ekstrem, Menhub Ingatkan Maskapai dan Operator Kapal Laut

ECONOMICS
Giri Hartomo
Selasa, 02 Februari 2021 19:45 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.
Cuaca Ekstrem, Menhub Ingatkan Maskapai dan Operator Kapal Laut (FOTO: MNC Media)
Cuaca Ekstrem, Menhub Ingatkan Maskapai dan Operator Kapal Laut (FOTO: MNC Media)

IDXChannel – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini membuat Kementerian Perhubungan meminta kepada maskapai dan operator kapal laut mengantisipasi kondisi tersebut.

Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian adalah sektor transportasi udara dan juga laut. Karena cuaca ekstrem ini juga akan berpengaruh pada gelombang di lautan dan juga kecepatan angin dan pembentukan awan di udara. 

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, operator di transportasi udara dan juga laut perlu melakukan mitigasi untuk merespon laporan cuaca yang dikeluarkan BMKG tersebut. Sehingga bisa menjadi landasan bagi operator transportasi udara untuk merekomendasikan jadwal penerbangan dan perjalanan kapal. 

"Memang sengaja saya pilih udara dan laut karena mereka harus melakukan mitigasi terhadap bagaimana ramalan cuaca dan bagaimana mereka merekomendasikan penerbangan atau untuk perjalanan kapan," ujarnya dalam acara Webinar 'Waspada Cuaca Ekstrem di Sektor Transportasi', Selasa (2/2/2021). 

Budi Karya memberikan apresiasi kepada maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang memiliki SOP (Standard Operating Procedure) dalam memanfaatkan ramalan cuaca dari BMKG untuk penerbangan. Misalnya dengan memanfaatkan data BMKG untuk mengetahui kondisi cuaca di sepanjang rute perjalanan. 

"Dan saya lihat bahwa Garuda sudah melakukan suatu SOP yang baik dan pilot menerima data itu sehingga mereka tahu persis apa yang akan terjadi sepanjang perjalanan," jelasnya. 

Budi Karya menjelaskan, cuaca ekstrim sangat berpengaruh bagi operasional transportasi. Oleh karena itu, dirinya berharap ada dukungan dari berbagai stakeholder agar bisa tetap memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. 

"Dalam rangka antisipasi ini kita memang melihat cuaca ekstrem sangat mempengaruhi operasional. Kementerian Perhubungan membutuhkan dukungan dari semuanya tentu dari BMKG, MTI, dan penting sekali bahwa bagaimana operator," jelasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD