Purbaya memaparkan bahwa program modernisasi ini mencakup total 80 orang penarik becak di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya yang telah lolos proses kurasi dan verifikasi faktual.
Pembangunan ekosistem penunjang Bekalista ini juga dirancang secara komprehensif agar dapat mandiri dan berkelanjutan di lapangan.
Untuk menjamin kelancaran operasional pasca-penyerahan unit, ekosistem ini langsung dilengkapi dengan 1 unit bengkel bergerak (mobile workshop) untuk memitigasi gangguan teknis di jalan, serta jaringan 12 stasiun pengisian daya (charging station) di titik-titik strategis aktivitas ekonomi.
Selain itu, disiapkan pula 8 unit baterai cadangan serta bengkel induk Bekalista yang berpusat di SMK Negeri 3 Yogyakarta guna mendukung sarana teaching factory pendidikan kejuruan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti menjelaskan bahwa implementasi ekosistem Bekalista diproyeksikan memberikan dampak strategis pada tiga dimensi utama: peningkatan kesejahteraan ekonomi, perlindungan martabat tenaga kerja, serta akselerasi pariwisata hijau (eco-tourism).
“Bagi Yogyakarta, Bekalista dapat memperkaya pengalaman wisata dan mendorong belanja wisatawan pada produk serta jasa lokal,” ungkap Astera.
Astera menambahkan, keberlangsungan program ini ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu penguatan tata kelola komunitas melalui Koperasi Mobilitas Nasional Indonesia, kemandirian pemeliharaan aset oleh mekanik lokal, serta integrasi teknologi transaksi digital melalui platform JogjaKita.
Untuk diketahui, Pasar Rakyat UMi merupakan agenda tahunan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) selaku salah satu special mission vehicles Kemenkeu dalam menjalankan fungsi pembiayaan bagi pelaku UMKM yang belum masuk kategori layak bank (non-bankable).
Tahun ini, Pasar Rakyat UMi 2026 mengusung tema “UMKM Tangguh Pilar Ekonomi” dan menghadirkan bazar yang diikuti oleh total 200 pelaku UMKM binaan PIP, Kemenkeu Satu, Himbara, serta Pemerintah Daerah, lengkap dengan integrasi berbagai layanan pajak daerah bagi masyarakat sekitar.
(Nur Ichsan Yuniarto)