Meski demikian, pengembangan pusat data juga menghadapi tantangan terkait ketersediaan sumber daya dan lingkungan. Salah satunya polemik proyek pusat data di Jatiluhur, Jawa Barat, yang sempat dihentikan sementara akibat persoalan pasokan air baku dan tata ruang.
Menanggapi hal tersebut, Sigit mengatakan kebutuhan air untuk pusat data dapat dikelola melalui sistem sirkulasi. Di mana Danantara akan mencari solusi atas persoalan sosial dan teknis yang muncul dalam pelaksanaan proyek.
"Isu pendukung seperti penggunaan air sebenarnya bukan berarti airnya habis terpakai karena ada sistem sirkulasinya. Fokus utama kita adalah mendorong efek pengganda ekonomi di Indonesia, dan di setiap proyek pembangunan tentu ada dinamika sosial yang solusinya akan kami hadirkan," tutur dia.
(DESI ANGRIANI)