Selain pengalaman internasional, sejumlah tenaga ahli juga memiliki pengalaman mengembangkan proyek PSEL di dalam negeri. Pandu mengatakan, para tenaga ahli tersebut memberikan dukungan dari berbagai bidang, mulai dari teknis operasional, hukum, finansial, hingga lingkungan.
"Keterlibatan tim Danantara dan tim ahli independen menunjukkan bahwa proses pemilihan mitra ini terverifikasi dengan tata kelola yang baik dan dilakukan secara profesional," katanya.
Dari sisi lingkungan, PSEL Kota Bekasi ditargetkan memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan sampah dan pengurangan emisi. Proyek tersebut ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen dari timbunan sampah terolah di Kota Bekasi.
Selain itu, PSEL Kota Bekasi diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 per tahun.
"Program ini kami rancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengolahan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan EU IED atau European Industrial Emissions Directive," tutur Pandu.