“Utangnya besar-besar, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tetapi dia punya anak-anak perusahaan juga bermasalah,” ungkap Dony.
Melalui jalannya restrukturisasi ini, fokus bisnis BUMN karya nantinya dikerucutkan ke dalam tiga pilar utama, yang meliputi lini infrastruktur, jasa konstruksi gedung, serta sektor rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau EPC (engineering, procurement, and construction).
Secara menyeluruh, perombakan struktural ini merupakan bagian dari peta jalan pemerintah dalam merampingkan atau merger postur perusahaan milik negara.
Adapun opsi skema yang ditempuh dalam penataan BUMN karya ini mencakup likuidasi bagi entitas yang sudah tidak aktif beroperasi, aksi divestasi untuk melepas lini bisnis tertentu, konsolidasi atau merger antarperusahaan sejenis, serta langkah restrukturisasi mendalam guna menyehatkan neraca keuangan dan efisiensi operasional.
Dalam cetak biru yang disiapkan, Danantara merancang skema konsolidasi dengan menggabungkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) ke dalam naungan PT Hutama Karya (Persero).