Seturut itu, PT PP (Persero) Tbk atau PTPP diarahkan untuk berfokus menggarap dua pilar usaha utama, yaitu rekayasa sipil serta EPC, yang memosisikan perseroan memegang kendali penuh dari hulu ke hilir atas keseluruhan tahapan proyek konstruksi.
Tak hanya itu, ada PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) akan dilebur ke dalam struktur PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), sementara PTPP tetap dipertahankan beroperasi sebagai entitas mandiri yang berdiri sendiri.
Adapun, entitas hasil penggabungan di bawah Hutama Karya dan Adhi Karya bakal memusatkan keahlian mereka pada jasa teknik sipil, mulai dari perencanaan, pembangunan fisik, hingga perawatan berbagai proyek infrastruktur serta sarana publik seperti gedung, jalan raya, jembatan, bendungan, hingga sistem jaringan utilitas lainnya. (Febrina Ratna Iskana)