IDXChannel - Laju perekonomian nasional terpantau masih tumbuh positif. Namun, pergerakan sejumlah indikator penunjang di masa depan dinilai menuntut kewaspadaan ekstra dari pemerintah. Kajian terbaru NEXT Indonesia Center bertajuk “Waspadai Sinyal Ekonomi Indonesia” menunjukkan peluang perekonomian Indonesia mulai melemah.
Hal tersebut merujuk pada Composite Leading Indicator (CLI) yang dikeluarkan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Leading Economic Indicator (LEI) yang dikeluarkan oleh penyedia data dan China Economic Information Center (CEIC).
CLI OECD turun dari 100,73 pada Desember 2025 menjadi 99,81 pada Juni 2026. Sementara LEI CEIC merosot dari 102,33 pada November 2025 menjadi 92,41 pada Juni 2026, atau turun tajam 9,69 persen.
Kepala Riset NEXT Indonesia Center, Ade Holis, mengatakan pergerakan kedua indikator tersebut perlu menjadi perhatian dan peringatan dini karena muncul bersamaan dengan melemahnya sejumlah indikator ekonomi riil.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang masih terjaga, tetapi sejumlah indikator mulai menunjukkan kehilangan tenaga. Penurunan indikator pendahulu (CLI), melemahnya keyakinan konsumen, kontraksi penjualan eceran, dan penurunan investasi domestik perlu dibaca sebagai sinyal awal yang tidak boleh diabaikan,” ujar Ade dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).