“Ini belum waktunya berbicara soal krisis atau resesi. Namun, sinyal perlambatan sudah cukup jelas untuk menjadi dasar respons kebijakan. Pemerintah perlu menjaga daya beli, mempercepat belanja produktif, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kepastian regulasi agar dunia usaha domestik kembali berani melakukan ekspansi,” ujar Ade Holis.
Lembaga Riset NEXT Indonesia Center menilai perekonomian Indonesia saat ini belum berada di zona merah. Namun, berbagai indikator menunjukkan lampu kuning semakin jelas. Penurunan indikator pendahulu, melemahnya konsumsi, kontraksi PMDN, serta menyusutnya surplus perdagangan menjadi rangkaian sinyal yang perlu dipantau secara serius pada semester II-2026.
(NIA DEVIYANA)