AALI
8700
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
640
ACST
189
ACST-R
0
ADES
7050
ADHI
750
ADMF
8400
ADMG
167
ADRO
3940
AGAR
286
AGII
2440
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
99
AHAP
101
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1350
AKSI
328
ALDO
685
ALKA
286
ALMI
400
ALTO
173
Market Watch
Last updated : 2022/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.11
0.46%
+2.49
IHSG
7130.96
0.26%
+18.51
LQ45
1021.01
0.49%
+5.02
Kurs
HKD/IDR 1,938
USD/IDR 15,230
Emas
795,739 / gram

Dapat Gaji Besar, Ini Tugas Komisaris di perusahaan BUMN

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 21 Juli 2021 14:52 WIB
Komisaris adalah jabatan tertinggi dalam perusahaan dan terkadang bisa juga bertindak sebagai pemilik perusahaan/pemilik saham.
Dapat Gaji Besar, Ini Tugas Komisaris di perusahaan BUMN (FOTO: MNC Media)
Dapat Gaji Besar, Ini Tugas Komisaris di perusahaan BUMN (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Komisaris adalah jabatan tertinggi dalam perusahaan dan terkadang bisa juga bertindak sebagai pemilik perusahaan/pemilik saham. Posisi ini bekerja sama dengan direksi dan bertanggung jawab atas kemajuan perusahaan serta membawahi pihak-pihak di bawahnya secara efektif.

Mengutip berbagai sumber, Rabu (21/7/2021), terkait dengan Komisari di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sakadar mengingatkan, Menteri BUMN Erick Thohir sudah menurunkan gaji bagi anggota direksi BUMN sejak awal 2021. Namun, dia tidak mengubah formula besaran gaji bagi komisaris utama atau ketua dewan pengawas. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor PER-12/MBU/11/2020. 

Dalam regulasi tersebut, gaji komisaris utama (komut) BUMN ditetapkan sebesar 45 persen dari direktur utama. Begitu juga dengan anggota dewan komisaris atau anggota dewan pengawas, tetap 90 persen dari komut. 

Dengan gaji yang diterimanya, komisaris memiliki beberapa tugas penting. Mereka bertugas melakukan pengawasan baik secara umum atau khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada dewan. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 1 angka 6 UUPT jo Pasal 31 UU BUMN.  

Dengan begitu, tugas komisaris adalah memberikan nasihat terkait kebijakan direksi dalam menjalankan program perusahaan. Dewan komisaris juga secara intensif mengontrol kebijakan perusahaan, kinerja, sampai proses pengambilan keputusan.  

Selain itu, komisaris juga mengawasi pelaksanaan strategi untuk memenuhi harapan para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk mendukung terwujudnya pengawasan yang efektif oleh dewan komisaris, Erick Thohir pun sudah menetapkan Permen BUMN Nomor: PER-06/MBU/04/2021 tentang Organ Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN. 

Dalam bagian pertimbangan regulasi ini dijelaskan, kualitas pengawasan komisaris terkait dengan proses nominasi dan remunerasi serta meningkatkan kualitas dan kompetensi direksi dan komisaris, perlu diatur mengenai Komite Nominasi dan Remunerasi. 

Sekadar diketahui, organ pendukung Komisaris terdiri dari Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi atau nomenklatur lain dengan fungsi yang sama, Sekretariat Dewan Komisaris hingga satu komite lain, jika diperlukan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD