IDXChannel - Hilirisasi menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat struktur ekonomi nasional. Di sektor batu bara, upaya ini tidak hanya berkaitan dengan pengolahan komoditas menjadi produk turunan, tetapi juga membutuhkan ekosistem pertambangan yang mampu menjamin ketersediaan bahan baku, keandalan logistik, serta kesinambungan operasional.
Dalam konteks tersebut, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) yang merupakan anggota holding industri pertambangan MIND ID, berperan penting dalam membangun fondasi bagi pengembangan industri hilir batu bara.
Sebagai perusahaan yang memiliki basis operasi pertambangan di sejumlah wilayah, PTBA terus memperkuat kesiapan produksi dan pengelolaan sumber daya. Perseroan menargetkan produksi batu bara sekitar 49,5 juta ton pada 2026 dan tengah mengajukan usulan rencana produksi untuk 2027 kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi.
“Kami senantiasa memprioritaskan kebutuhan suplai domestik, sembari mencermati peluang pasar ekspor. Dukungan rantai pasok terintegrasi dari tambang, angkutan kereta api, hingga pelabuhan menjadi modal penting untuk menjaga keandalan pasokan,” ujar Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan, dalam keterangan tertulis 5 Oktober 2026 lalu.
Sebagai bagian dari ekosistem industri pertambangan nasional, PTBA menegaskan bahwa kepastian pasokan menjadi faktor mendasar dalam pengembangan hilirisasi. Hal ini karena industri pengolahan membutuhkan bahan baku dengan volume, kualitas, dan jadwal pengiriman yang terukur agar kegiatan produksi dapat berjalan secara berkelanjutan.