Suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi hambatan bagi pasar saham karena meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen, sekaligus berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Investor juga akan mencermati laporan keuangan perusahaan pakaian olahraga Nike pekan depan. Musim laporan keuangan kuartal II akan mulai bergulir lebih ramai pada Juli.
Perkembangan di Timur Tengah juga masih menjadi perhatian Wall Street. Harga energi mulai mereda setelah tercapainya gencatan senjata di kawasan tersebut. Harga minyak turun ke kisaran USD70 per barel dari sekitar USD100 sebulan lalu.
“Kami sedang mengevaluasi apakah gencatan senjata di Timur Tengah memiliki daya tahan, serta bagaimana dampaknya terhadap harga minyak dan efek lanjutannya terhadap inflasi,” kata Huber.
(NIA DEVIYANA)