sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Data Ketenagakerjaan hingga Perkembangan Timur Tengah Bayangi Wall Street Pekan Depan

Economics editor Nia Deviyana
28/06/2026 05:00 WIB
Data ketenagakerjaan yang dirilis pekan depan akan memberikan gambaran mengenai kekuatan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Data Ketenagakerjaan hingga Perkembangan Timur Tengah Bayangi Wall Street Pekan Depan. Foto: AP.
Data Ketenagakerjaan hingga Perkembangan Timur Tengah Bayangi Wall Street Pekan Depan. Foto: AP.

Pasar justru akan melihat ekonomi masih terlalu panas dan mulai memperhitungkan risiko yang lebih tinggi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga.

Pergerakan saham perusahaan teknologi, terutama produsen chip, diperkirakan masih menjadi pusat perhatian di Wall Street. Indeks Philadelphia SE Semiconductor telah melonjak lebih dari 90 persen sejak titik terendah pasar pada akhir Maret, namun terkoreksi pekan ini karena investor mulai menilai apakah reli tersebut sudah terlalu berlebihan.

Laporan keuangan yang jauh melampaui ekspektasi dari produsen chip memori Micron Technology pada Rabu malam sempat menopang sektor tersebut. Meski demikian, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi tetap berada di jalur penurunan mingguan.

Di sisi lain, inflasi masih jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen. Bank sentral dalam pertemuan terakhirnya menegaskan fokus pada pemulihan stabilitas harga, yang dipandang investor bernada lebih hawkish dari perkiraan. Data yang dirilis Kamis menunjukkan inflasi menembus 4 persen untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, dipicu kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Kontrak berjangka Fed Funds menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September kini lebih besar daripada peluang tidak naik, menurut data LSEG pada Kamis. Hal ini berbalik dari awal tahun, ketika investor justru memperkirakan penurunan suku bunga yang akan menguntungkan bagi pasar saham sebelum akhir tahun.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement