AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Dear Orang Kaya, Siap-siap Tarif Listrik Segera Naik

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 19 Mei 2022 16:24 WIB
Presiden Jokowi telah menyetujui rencana kenaikan tarif listrik untuk golongan pelanggan 3.000 volt ampere (VA) ke atas.
Dear Orang Kaya, Siap-siap Tarif Listrik Segera Naik (FOTO: MNC Media)
Dear Orang Kaya, Siap-siap Tarif Listrik Segera Naik (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui rencana kenaikan tarif listrik untuk golongan pelanggan 3.000 volt ampere (VA) ke atas. Segmen pelanggan ini lebih banyak untuk golongan menengah ke atas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa sebagai bentuk keadilan, pihaknya akan menaikkan tarif listrik untuk orang kaya, sementara memilih tidak menaikkan tarif listrik untuk pelanggan kelas bawah. Bahkan, dia mengatakan bahwa rencana ini telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo(Jokowi). 

"Ini berarti orang kaya berbagi beban dengan pemerintah yang harus menambah belanja subsidi," ujar Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Kamis(19/5/2022).

Dia mengatakan bahwa dalam sidang kabinet, Jokowi dan kabinet telah menyetujui beban kelompok rumah tangga yang mampu direpresentasikan untuk fiskal langganan listrik di atas 3.000 VA, diperbolehkan ada kenaikan harga. 

"Tarifnya dinaikkan supaya beban APBN tidak terlalu besar, dan di saat yang smaa, masyarakat kelas bawah terlindungi dari kenaikan tarif listrik. Tarif listrik hanya segmen 3.000 VA ke atas yang boleh naik," pungkas Sri.

Tercatat, untuk tahun ini pemerintah menambah subsidi listrik sebesar Rp3,1 triliun dari sebelumnya Rp56,5 triliun menjadi Rp59,6 triliun. Lalu, ada juga tambahan untuk kompensasi listrik sebesar Rp21,4 triliun. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD