Skenario ketiga (terburuk), harga minyak menembus USD115 per barel dengan kurs Rp17.500 per dolar AS. Pada titik ini, angka defisit diperkirakan melonjak tajam hingga 4,06 persen.
Mengingat risiko fiskal yang besar, Airlangga menekankan perlunya tindak lanjut melalui koordinasi yang lebih spesifik.
"Ini beberapa skenario yang perlu kita rapatkan secara terbatas," kata Airlangga.
Sidang Kabinet Paripurna tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci ekonomi lainnya. Selain Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut memberikan pemaparan mengenai strategi mitigasi dampak energi dan ekonomi makro di tengah ketidakpastian dunia.
(NIA DEVIYANA)