IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga menyiapkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah pada rentang Rp16.800-Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (USD).
Prabowo mengatakan konflik geopolitik di berbagai wilayah dunia, termasuk Eropa dan Timur Tengah, memberikan dampak besar terhadap perekonomian global maupun nasional.
"Bangsa kita sedang menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan dan ketidakpastian. Peperangan terjadi di banyak tempat bahkan di Eropa, di Timur Tengah, di kawasan yang walaupun jauh dari kita tetapi ternyata memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan kita," ujar Prabowo, pada Rabu (20/5/2026).
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan strategi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurut Prabowo, kestabilan nilai tukar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global.
"Suku bunga surat berharga negara (SBN) 10 tahun kami jaga berada pada kisaran 6,5 hingga 7,3 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentang 16.800 hingga 17.500," katanya.