sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Jelang Pengumuman RDG, BI Disarankan Naikkan Suku Bunga Jadi 5 persen Imbas Pelemahan Rupiah

Economics editor Anggie Ariesta
20/05/2026 08:42 WIB
Kejatuhan mata uang Garuda saat ini tidak boleh disepelekan karena merefleksikan eskalasi tekanan yang semakin pekat
Jelang Pengumuman RDG, BI Disarankan Naikkan Suku Bunga Jadi 5 persen Imbas Pelemahan Rupiah  (FOTO:iNews Media Group)
Jelang Pengumuman RDG, BI Disarankan Naikkan Suku Bunga Jadi 5 persen Imbas Pelemahan Rupiah (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyarankan agar Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis points (bps) hingga menjadi 5 persen.

Rekomendasi tersebut dinilai mendesak untuk diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 demi membendung gelombang tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang kini telah terperosok melampaui level Rp17.700 per Dolar AS.

Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky memaparkan bahwa kejatuhan mata uang Garuda saat ini tidak boleh disepelekan karena merefleksikan eskalasi tekanan yang semakin pekat, baik dari eksternal maupun internal struktural ekonomi domestik.

“Melihat besarnya tekanan terhadap rupiah, kami menilai Bank Indonesia perlu memanfaatkan instrumen suku bunga acuan untuk meredam pelemahan mata uang,” ujar Riefky dalam risetnya, dikutip Rabu (20/5/2026).

Dalam kajiannya, Riefky mengidentifikasi bahwa bank sentral sebenarnya telah mengerahkan berbagai bauran strategi intervensi untuk mengawal Rupiah. Instrumen tersebut mencakup optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar Non-Deliverable Forward (NDF).

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement