IDXChannel - Nilai tukar rupiah menembus level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini memunculkan kekhawatiran sebagian masyarakat yang teringat pada krisis moneter 1998, saat rupiah anjlok dan ekonomi Indonesia runtuh.
Namun, pemerintah menegaskan situasi saat ini sangat berbeda. Pada 1998, rupiah terpuruk hingga memicu badai ekonomi besar yaitu inflasi melonjak, bank-bank kolaps, hingga pertumbuhan ekonomi jatuh dalam jurang resesi.
Pada 2026, pelemahan rupiah justru terjadi di tengah fondasi ekonomi yang masih kuat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa menyamakan kondisi saat ini dengan 1998 merupakan kekeliruan.
Menurutnya, konteks ekonomi dan stabilitas nasional sekarang jauh berbeda dibanding masa krisis dua dekade lalu.
“Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, 1998 itu kebijakannya salah dan instability social-politic terjadi setelah setahun kita resesi,” kata Purbaya ditulis, Selasa (19/5/2026).