Cadangan devisa juga menunjukkan perbedaan besar. Pada 1998, Indonesia hanya memiliki sekitar USD17,4 miliar sebagai penyangga stabilitas nilai tukar dan pembayaran luar negeri. Kini, posisi cadangan devisa per April 2026 mencapai USD146 miliar, memberi ruang lebih luas bagi otoritas untuk menjaga kestabilan pasar keuangan. "Jadi fondasi kita memang betul-betul bagus, tidak usah khawatir,” tuturnya.
Dengan kata lain, meski rupiah pada 2026 sama-sama menghadapi tekanan seperti 1998 secara nominal, kondisi ekonomi Indonesia berada di titik yang jauh berbeda.
(kunthi fahmar sandy)